NOT EVALUATED
NE
DATA DEFICIENT
DD
LEAST CONCERN
LC
NEAR THREATENED
NT
VULNERABLE
VU
2021
ENDANGERED
EN
CRITICAL ENDANGERED
CR
EXTINCT IN THE WILD
EW
EXTINCT
EX
Pastinachus ater
TAKSONOMI
Kategori -
Kingdom Animalia
Fillum Chordata
Super Kelas Pisces
Kelas Chondrichthyes
Ordo Myliobatiformes
Familia dasyatidae
Genus Pastinachus
Nama Daerah Pari Ekor Sapi
Pengarang Macleay, 1883
ID GENOM

GTCTATTAATCCGAACAGAACTGAGCCAACCAGGGGCATTACTAGGTGATGATCAGATTTATAATGTAAT TGTTACTGCCCACGCCTTTGTAATAATTTTCTTTATGGTAATACCAATTATAATTGGAGGGTTTGGTAAT TGACTAGTTCCCCTAATAATTGGTGCTCCCGATATAGCTTTTCCTCGAATAAACAATATAAGTTTTTGAC TTTTACCCCCATCCTTCCTTCTTCTCCTAGCCTCTGCAGGTGTAGAGGCTGGGGCTGGAACAGGATGAAC CGTTTATCCCCCATTAGCCGGCAACTTAGCACATGCTGGGGCCTCTGTAGACTTANCTATCTTCTCCCTA CATTTAGCAGGTGTCTCATCTATCCTAGCATCAATTAATTTTATTACAACCATCATCAATATAAAACCAC CCGCAATTTCCCAATATCAAACACCTCTCTTTGTTTGATCTATCCTTATCACAGCCGTACTCCTATTATT ATCCCTTCCCGTTCTAGCAGCTGGTATTACTATACTCCTTACAGATCGCAACCTTAACACTACTTTCTTT GACCCAGCGGGAGGTGGTGATCCAATTCTTTATCAACATCTATTCTGATTCTTTG

INFORMASI DETAIL
Kemunculan Asli
Panjang Maksimal 200 cm WD Jantan/tidak berjenis berkelamin
Distribusi
Habitat air laut
Komentar Indo-Pasifik Barat: Madagaskar, Australia Barat, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Dikenal dari Kalimantan Barat (Borneo).
KARAKTERISTIK MORFOLOGI
  1. Bentuk tubuh: Tubuh berbentuk cakram (disc) yang lebar, agak oval hingga hampir membulat, dengan tepi depan halus dan tidak bergigi. Tubuhnya pipih dorsoventral khas pari.
  2. Ukuran: Dapat tumbuh cukup besar, lebar cakramnya mencapai lebih dari 2 meter.
  3. Warna:
    • Bagian atas (dorsal) berwarna gelap (hitam, abu-abu tua, atau coklat kehitaman).
    • Bagian bawah (ventral) berwarna putih pucat dengan sedikit gradasi keabu-abuan di tepi.
  4. Ekor: Memiliki ekor panjang seperti cambuk, lebih panjang dari lebar cakram tubuhnya, tanpa lipatan kulit di sisi ekor. Pada ekor terdapat duri berbisa (sting) yang tajam sebagai alat pertahanan.
  5. Mulut: Terletak di bagian ventral, berbentuk melengkung dengan deretan gigi kecil.
  6. Lubang pernapasan (spirakel): Terletak di belakang mata, berfungsi membantu bernapas saat pari berada di dasar perairan.
  7. Sirip ekor: Tidak memiliki sirip ekor sejati (tail fin), ekornya polos memanjang.
  8. Tekstur tubuh: Permukaan punggung relatif halus tanpa duri kasar atau tuberkel.
UPAYA KONSERVASI

Konservasi ekosistem dilakukan dengan:

  1. Perlindungan habitat dan populasi ikan
  2. Rehabilitasi habitat dan populasi ikan
  3. Penelitian dan pengembangan
  4. Pemanfaatan sumber daya ikan dan jasa lingkungan
  5. Pengembangan sosial ekonomi masyarakat
  6. Pengawasan dan pengendalian (monitoring dan evaluasi)

Konservasi jenis dilakukan dengan:

  1. Penggolongan jenis ikan
  2. Penetapan status perlindungan jenis ikan
  3. Pemeliharaan
  4. Pengembangbiakan
  5. Penelitian dan pengembangan

Konservasi sumber daya genetik ikan dilakukan melalui upaya:

  1. Pemeliharaan
  2. Pengembangbiakan
  3. Penelitian
  4. Pelestarian gamet

Fishiden

AI Indentifikasi dan Klasifikasi ikan air tawar dan air laut asli Indonesia.


Copyright 2024 Fishiden