NOT EVALUATED
NE
DATA DEFICIENT
DD
LEAST CONCERN
LC
NEAR THREATENED
NT
VULNERABLE
VU
2020
ENDANGERED
EN
CRITICAL ENDANGERED
CR
EXTINCT IN THE WILD
EW
EXTINCT
EX
Rhizoprionodon acutus
TAKSONOMI
Kategori -
Kingdom Animalia
Fillum Chordata
Super Kelas Pisces
Kelas Osteichthyes
Ordo Carcharhiniformes
Familia Carcharhinidae
Genus Rhizoprionodon
Nama Daerah Cucut, Hiu Pilus, Hiu Pisang, Hiu Plen
Pengarang Rüppell, 1837
ID GENOM

CTTTATTTAATTTTTGGTGCATGAGCAGGTATAGTTGGAACAGCCCTAAGTCTACTAGTTCGAGCCGAAC TAGGTCAACCTGGATCTCTTTTAGGAGATGATCAGATTTATAATGTGATCGTAACTGCCCACGCTTTTGT AATAATCTTTTTTATGGTTATACCAATTATAATTGGCGGCTTCGGAAATTGACTGGTTCCCTTAATAATT GGTGCACCAGATATAGCCTTCCCACGAATAAATAATATGAGCTTTTGACTCCTTCCACCATCATTCCTTC TTCTCTTAGCTTCCGCTGGGGTAGAAGCTGGAGCAGGTACTGGTTGAACAGTTTATCCTCCATTAGCTAG TAACCTAGCTCATGCTGGACCATCTGTTGACCTAGCCATTTTCTCCCTCCATTTGGCCGGTGTTTCATCA ATCTTAGCCTCAATTAACTTTATTACAACCATTATTAATATAAAACCACCAGCCATTTCCCAATACCAAA CCCCTTTATTTGTTTGATCTATTCTTGTAACTACTATTCTCCTTCTCCTCTCACTTCCAGTCCTTGCAGC AGGGATTACAATATTACTTACAGATCGCAACCTTAACACCACATTCTTTGATCCTGCAGGTGGGGGAGAC CCAATCCTTTACCAACACCTATTC

INFORMASI DETAIL
Kemunculan asli
Panjang Maksimal 175 cm TL jantan
Distribusi Atlantik Timur: Madeira dan Mauritania hingga Angola; Indo-Pasifik Barat: Teluk Persia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Indonesia [-2.2220936,95.8341604], utara hingga Jepang, selatan hingga Australia. Juga dilaporkan dari Teluk Taranto di Laut Mediterania
Habitat air laut
Komentar - Atlantik Timur: Madeira dan Mauritania hingga Angola. - Indo-Pasifik Barat: Teluk Persia, Laut Merah dan Afrika Timur hingga Indonesia, ke utara sampai Jepang, ke selatan sampai Australia. - Juga dilaporkan dari Teluk Taranto di Laut Mediterania
KARAKTERISTIK MORFOLOGI
  1. Bentuk Tubuh: memanjang (fusiform), ramping, dan aerodinamis seperti hiu pada umumnya.
  2. Bentuk Kepala: moncong panjang dan sempit, mata besar, tanpa lekukan; memiliki celah bibir yang panjang. Gigi berbentuk miring dengan tepi halus atau sedikit bergerigi.
  3. Sirip:
    • Duri punggung: 0
    • Duri dubur: 0
    • Sirip punggung: dua, sirip punggung kedua kecil dan berada di belakang sirip dubur
    • Sirip dubur: ada dan lebih besar daripada sirip punggung kedua
    • Sirip perut & dada: ada
    • Sirip ekor: bercagak
  4. Warna Tubuh: bagian atas abu-abu hingga cokelat-abu, bagian bawah putih; tepi sirip punggung dan sirip dubur berwarna gelap atau kehitaman.
UPAYA KONSERVASI

Konservasi ekosistem dilakukan dengan:

  1. Perlindungan habitat dan populasi ikan
  2. Rehabilitasi habitat dan populasi ikan
  3. Penelitian dan pengembangan
  4. Pemanfaatan sumber daya ikan dan jasa lingkungan
  5. Pengembangan sosial ekonomi masyarakat
  6. Pengawasan dan pengendalian (monitoring dan evaluasi)

Konservasi jenis dilakukan dengan:

  1. Penggolongan jenis ikan
  2. Penetapan status perlindungan jenis ikan
  3. Pemeliharaan
  4. Pengembangbiakan
  5. Penelitian dan pengembangan

Konservasi sumber daya genetik ikan dilakukan melalui upaya:

  1. Pemeliharaan
  2. Pengembangbiakan
  3. Penelitian
  4. Pelestarian gamet

Fishiden

AI Indentifikasi dan Klasifikasi ikan air tawar dan air laut asli Indonesia.


Copyright 2024 Fishiden